Chapter 36 - #MINUM FINTO
Semasa SMA ketika Pelajaran Kimia saya meminum Finto minuman rasa anggur yang berwarna ungu. Finto itu saya masukkan ke dalam gelas tabung kecil yang tersedia di ruangan tempat pelajaran kimia.
Betapa kagetnya guru dan teman-teman yang lain begitu melihat saya menenggak Finto yang dikira spritus. Mereka pun panik.
“Kenapa kamu minum Spritus itu?” tanya bu guru.
“Ayo, bawa ke rumah sakit,” teriak salah satu teman wanita
saya.
“Maaf bu, saya cuma cicip sedikit. Saya pikir bukan spritus.” “Kamu nggak kenapa-kenapa?”
“Panas tenggorokan saya, bu.” “Beli susu,” sahut bibi kantin.
Fenomena ini pun menyebar ke kalangan kelas dan guru-guru
lainnya.
Mereka bilang saya gila! Saya cukup disegani selama beberapa hari dan menjadi buah bibir. Namun akhirnya terungkap setelah teman saya yang bernama Mang Angkuk menceritakan ke teman- teman dan guru lainnya kalau yang saya tenggak itu adalah Finto.
Saya pun dihujat dan dimaki oleh teman-teman lainnya.
Sampai sekarang saya masih bertanya tanya, sebenarnya yang pintar saya apa mereka. Ah, nggak jelas! Mang Angkuk yang pintar.