Chapter 32 - #OM FRANKY
Tahun 2019 kalo tidak salah... saya dan om Franky menenggak minuman pemersatu bangsa di salah satu tempat komunitas seni.
Lalu pada malam harinya, saya dan Om Franky menghadiri
acara Paguyuban yang lebih tepatnya menonton latihan musik di seputaran Ampenan dengan menggunakan sepeda motor Om Franky. Om Franky lalu menyuruh saya untuk membeli minuman pemersatu bangsa sebanyak 4 botol.
Saya pun berangkat menggunakan motor Om Franky. Begitu saya sampai di kedai minuman, handphone saya berdering. Begitu saya liat, ternyata salah satu my bro mengabari saya kalau di taman majapahit lagi ada pesta minuman. Saya pun dengan percaya diri dan antusias menuju tempat pesta sambil membawa minuman. Kami pun minum bersama tertawa gembira sampai pukul dua dini hari. Minuman sudah habis. Begitu saya mau pulang, saya baru ingat kalau saya disuruh sama om Franky untuk membeli minuman. Kebahagiaan seketika sirna setelah saya sadar kalau itu adalah minuman om Franky yang kami habiskan.
Saya pun bergegas menuju tempat Om Franky di Ampenan.
Pas saya tiba suasana sudah sepi. Perasaan bersalah sudah jelas menghantui. Bagaimana tidak, minuman pesanan om Franky saya habiskan dan motornya saya bawa. Saya pun langsung menuju tempat om Franky menginap di Rumah Kucing Montong. Saya mendapati wajah Om Franky sedikit kecewa karena merasa rugi
besar. Saya jadi tidak enak. Dan keesokan harinya saya membayar kesalahan dengan mentraktirnya minuman pemersatu bangsa dua kali lipat.
Maaf Om Franky. Hehehe.