Buku YA AMPUN

Chapter 27 - #NGAMEN

Sidzia Madvox2024/02/24 08:19
Follow

Sekitar tahun dua ribu sepuluh saya ngamen di perempatan jalan Sriwijaya. Bukan semata-mata untuk mencari duit melainkan untuk promo dan bagi bagi CD Mini album saya. Banyak wanita cantik melintas. Ia pun memberikan nomer handphonenya kepada saya setelah saya menyanyikan lagu yang ia minta. Tapi ada juga yang jahil dengan memberikan saya nomer kuras WC. Tapi saya tak apa. Saya anggap itu karma karena saya dulu pernah seperti itu kepada orang lain.

Malam itu hasil ngamen pun cukup lumayan jika dibelikan Es Cendol. Namun hal tak diduga-duga datang. Pukul sepuluh malam saya diamankan oleh Sat POL PP dan dibawa ke kantornya untuk dimintai keterangan. Saya pun dimintai KTP dan ditanya macam- macam  oleh  Pak  POL PP.  Yang saya takutkan  adalah  gitar saya apabila disita dan tidak dikembalikan. Ada salah satu petugas POL PP bertanya kepada saya, “besar sekali betisnya.”

Mendengar statement Pak POL PP saya pun meresponnya dengan menjawab, “ iya, Pak, saya sering main sepak bola.”

“Owh..pantesan,” jawab Pol PP sambil menendang betis saya. Saya pun kaget dan merasa kesakitan.

Saya pun memaki walau dalam hati.

 

Dan begitu ia melihat identitas saya, di situlah ia kaget dan lalu minta maaf yang sebesar-besarnya kepada saya sambil berharap saya tak melaporkan kejadian ini.



 

 

“Astaga, tak kirain dari mana side. Maaf, ya.”

 

Saya pun mengambil gitar saya lalu pulang.