Buku YA AMPUN

Chapter 26 - #GARA GARA PERMEN

Sidzia Madvox2024/02/24 08:19
Follow

Kembali lagi saya berkenalan dengan seorang wanita yang masih sekolah duduk di bangku SMK. Wanita ini bernama, sebut saja Gadis. Awal perkenalan saya dengan Gadis dimulai saat saya membeli pulsa di konter. Di samping saya berdiri Gadis yang lagi asyik menulis nomer  hp-nya.  Karena  menurut  saya  dia  cantik  jadi  saya  pun mencatat nomer hp-nya. Waktu itu belum populer hp camera karena saat itu hanya sebatas sms-an dan telpon.

Saya pun rajin memberikannya kata-kata indah yang membuatnya terbang melayang. Setelah seminggu sms-an, kami pun sepakat launching wajah  alias  bertemu. Kami memutuskan  untuk bertemu  di  jalan  Udayana.  Pertemuan  diadakan  pada  hari  jumat pukul tujuh malam. Dan betapa kagetnya si Gadis saat melihat wajah saya dan berkata, “loh, mas kan yang di konter itu ya?” tanya Gadis dengan  mata  melotot  tapi  tetap  cantik.  Saya  pun  cengengesan tersipu malu. Dan bla bla bla, seminggu kemudian saya mengajaknya untuk kencan ke suatu tempat.

Kami sepakat untuk kencan pada Hari Sabtu alias malam Minggu. Sore harinya saya membeli banyak permen di warung karena saya yakin malam itu saya akan cium dia. Napas saya pun wangi dan hati saya berbunga bunga. Pukul tujuh malam pun tiba. Saya segera menuju rumahnya dan tak butuh waktu lama saya sudah berada di teras rumahnya duduk rapi karena disuruh oleh Gadis. Gadis Lagi



 

 

dandan dan saya menantinya di teras. Momen penantian ini saya manfaatkan untuk mengunyah permen sebanyak lima sekaligus.

Begitu Gadis selesai dandan, kami pun berangkat pergi menghabiskan malam. Belum tau tujuannya kemana tapi kami sudah mengelilingi kota yang menyebabkan saya masuk angin. Gadis mengajak saya makan nasi goreng. Awalnya saya menolak karena tempatnya terlalu ramai.Tapi dia memelas sayapun lemas…eh luluh. Sambil makan nasi goreng saya berpikir keras ke mana lagi akan saya bawa si Gadis. Saya buntu.

Dan lagi-lagi Gadis mendominasi malam itu dengan memutuskan untuk makan jagung di senggigi. Saya pun menjawab, oke. Suasananya yang agak remang-remang cukup menunjang aktifitas rencana saya untuk menciumnya. Tapi apa daya hal tak saya inginkan terjadi. Tiba tiba saja gigi saya sakit dan nyilu. Saya curiga apakah ini karena makan jagung atau kebanyakan makan permen. Selama kencan saya diam seribu bahasa sampai-sampai Gadis kebingungan dan menyangka kalau saya marah padanya.

Rencana saya pun berantakan. Saya gagal mencium Gadis.

 

Malam itu saya rugi besar akibat kebanyakan makan permen. Ciuman pun gagal total.