Chapter 21 - #DIKIRA SELINGKUHAN
Sore hari saya dan Betrand lagi ngobrol-ngobrol di lapangan membahas film panas. Tiba-tiba melintaslah wanita yang sudah saya duga kalau dia adalah pembokat (asisten rumah tangga), sebut saja As. Saya yang awalnya hanya sekadar iseng menawari As untuk diantarkan pulang justru mengantarkannya pulang. As mengiyakan tawaran saya. Teman saya Betrand kaget karena saya ternyata benar-benar mengantarkan As untuk pulang ke rumahnya.
Rumah As tidak terlalu jauh dari tempat ia bekerja. Sesampainya kami di depan gang rumahnya, saya telah disambut oleh pria berkumis berperawakan 11-18 sama saya. Saya sih enjoy aja. Namun si pria itu menatap saya dengan tatapan seperti orang yang siap menikam. Pria itu berbicara kepada As menggunakan bahasa daerah. Saya mengerti apa yang dibicarakan. Ternyata Pria itu adalah suami As. Dia sempat memarahi As karena cemburu mengira kalau saya adalah selingkuhannya As. Buset! tapi As meyakinkan suaminya kalau saya tukang ojek.
Menurut saya sih wajarlah suaminya curiga. Karena tak percaya masak tukang ojek kayak gitu. Suaminya As sempat menghampiri saya dan menanyakan di mana rumah saya. Dalam hati saya bertanya, “ngapain nanya rumah saya, mau ngopi, ya?”
Lalu tak lama kemudian suaminya As minta maaf sama saya dan mengucapkan terimakasih. Tapi As jalan perlahan masuk ke dalam rumahnya sambil mengucapkan terimakasih.
Di perjalanan pulang ada yang mengganjal di pikiran saya. Astaga, saya baru ingat kalau As belum bayar saya. Tapi tak apalah.
Asshole!