Chapter 14 - #DESAHAN MALAM TAHUN BARU
Ternyata anak-anak muda sangat pandai dalam memanfaatkan momen. Sungguh kreatif dan sangat meminimalisir pengeluaran. Yes, waktu itu malam pergantian tahun dan saya lupa tahun berapa. Saya berniat pulang ke rumah setelah habis party minum bir di rumah teman saya. Di tengah perjalanan saya memutuskan berhenti dikarenakan saya ingin mengeluarkan air mancur karena kebanyakan minum bir. Saya pilih lokasi yang agak sepi. Lokasinya di belakang ex Kantor B***ti yang kini jadi Epicentrum Mall. Di sana memang sepi karena tak terurus lagi yang di mana dipenuhi semak-semak belukar. Tidak ada manusia saya lihat di sana. Paling-paling makhluk halus yang juga sedang merayakan pergantian tahun.
Begitu saya ingin membuka resleting, saya mendengar ada
desahan yang tak lazim. Sempat saya berpikir mungkin ini efek kebanyakan minum. Tapi ternyata desahan dan diikuti rintihan overock itu kembali bergema. Dalam hati saya berkata, “segerah hantu hantu dia ngen*OT di sini.” Dan desahan itu semakin keras. Saya pun penasaran dan memutuskan menunda mengeluarkan air mancur. Begitu saya melihat ke arah kanan yang di mana dipenuhi dedaunan saya melihat dua sejoli lagi asyik menunjukkan ke dunia kalau kesenangan itu ada di mana saja bila kita mensyukuri dan pandai melihat situasi.
Saya pun menyaksikan pertunjukan itu dengan seks-ama sambil berharap siapa tau diundang jadi stuntman. Berbagai macam
gaya diperagakan hingga saya tak kuasa mampu menahan tawa lalu memberikan tepuk tangan sebagai ucapan terimakasih telah menyuguhkan permainan fantastis. Dan sontak mereka berdua kalang kabut dan berlarian mondar-mandir ketakutan plus kaget. Si pria melihat saya dan mengeluarkan kata kata mutiara, “s**del...sai
no.”
Si wanita sampai lupa mengenakan busananya. BH dan kancutnya pencar sana pencar sini. Kebahagiaan mereka pun berubah menjadi kepanikan. bingung mau ngapain lagi. Mereka sangat pandai memanfaatkan keadaan dan tak perlu menyewa hotel.