Buku YA AMPUN

Chapter 11 - #KALIOMANG

Sidzia Madvox2024/02/24 08:19
Follow

Waktu jaman SD, di sekolah saya terdapat banyak pedagang kaliomang. Dengan tempurung yang diberi warna menambah keindahan serta memiliki nilai artistik terhadap kaliomang. Ini juga merupakan trik pedagang untuk menarik minat pembeli terutama dari kalangan anak-anak TK. Dengan harga yang relatif murah membuat kaliomang ini menjadi primadona di sekolahan saya. Bahkan mampu mengalahkan nikmatnya permen gula gaet.

Kaliomang  yang  bersembunyi  di  dalam  tempurungnya  ini

 

haruslah diberi napas  agar mau keluar kepalanya. Namun teman teman saya selalu gagal mengeluarkan kaliomang untuk berjalan. Kami berempat pun bertanya-tanya pada pak pedagang kaliomang. Kata pak pedagang kaliomang kalau mau keluar kepalanya haruslah diberi  napas  ditiup-tiup.  Apalagi  kalau  napasnya  bau  pasti  cepat keluar. Dan benar saja teman-teman saya yang berada di kampung sebelah   yang   notabene   jarang   gosok   gigi   selalu   berhasil mengeluarkan  kepala  kaliomang.  Bahkan  kaliomang  ini  pun  tak segan-segan  untuk  kabur  dari  tempurungnya  karena  tak  tahan dengan  aroma  napas  yang  dihembuskan  oleh  teman-teman  saya yang jarang gosok gigi. Bahkan ada kaliomang yang pingsang. Ada juga teman saya yang mencoba mengeluarkan kepala kaliomang ini dengan   cara   ekstrim   yaitu   dengan   memasukannya   kedalam mulutnya. Pak  pedagang kaliomang ini  pun  menaruh  rasa curiga kepada teman saya ini yang berasal dari kampung sebelah. Namun begitu  di  keluarkan  kaliomang  ini  sudah  tak  bernyawa  karena



 

 

bercampur tai gigi berwarna abstrak . Pak pedagang kaliomang ini pun meratapi kepergian kaliomangnya lalu memaki teman saya ini dan menyuruhnya untuk ganti rugi.