Chapter 6 - #JUALAN TELA TELA
Waktu itu saya dan Roby ibelz yang juga merupakan teman satu band saya berniat utuk berjualan tela tela untuk tambahan biaya rekaman dan latihan. Dan terbersitlah untuk berjualan tela tela. Saya
pun menyetujui usulan Roby ibelz. Dengan modal yang tak terlalu besar dan bahan baku yang mudah didapat kami pun dengan semangat berjualan tela tela. Pagi hari kami ke pasar. Semua produksi dilakukan di dapur rumah saya, mulai dari potong ubi dan menggoreng hingga pengemasan. Bumbu yang kami gunakan pun tergolong mainstream, yakni masako.
Mama saya sempat ngomel-ngomel dikarenakan gasnya habis serta minyak gorengnya juga ikut ludes akibat proses produksi tela tela. Namun saya meyakinkan beliau jika dagangan saya akan laku keras dan sukses di pasaran sehingga saya mampu untuk mengganti minyak goreng serta gas yang telah saya pakai. Dan siang harinya saya dan Roby ibelz telah bersiap menuju sekolahan untuk mendistribusikan tela tela ke sekolahan yang tak jauh dari kediaman saya. Target sudah jelas, yaitu murid-murid SD!
Di sana kebetulan ada beberapa anak SD yang kami kenal. Kami pun memanggilnya untuk menawarkan jualan kami. Anak-anak SD memang tidak diperbolehkan belanja di luar sekolah. Kami pun jualan secara diam-diam di samping pintu sekolah. Melihat hal yang mencurigakan, seorang Ibu guru memanggil kami. ” Sini, pak.” Kami pun tampak ketakutan. Ibu guru itu menghampiri kami dan berkata, “Lagi ngapain di situ sama murid saya.”
“Kami lagi jualan tela tela, Bu,” jawab Roby Ibelz.
“Tela tela singkong?” tanya Bapak Guru yang ternyata Kepala
Sekolah. “Ow, ternyata jualan tela tela. Tak pikir narkoba barusan.”
Mendengar pernyataan Bapak Kepala Sekolah, saya pun tambah ketakutan. Ibu guru pun mencicip tela tela buatan kami dan berkata, “Kok Asin sekali, pasti kebanyakan masako, nih.”
Saya dan Roby ibelz kaget mendengar apa yang terucap dari Ibu guru. Dalam hati saya berkata, “Kok Ibu guru tau ya saya pakai bumbu masako.”
“Nak, jangan terlalu banyak pakai masako, nggak baik untuk
otak. Nanti bisa stroke.”
Mulai saat itu saya dan Roby Ibelz Tobat jualan tela-tela dan tak mau ambil resiko.