Buku YA AMPUN

Chapter 5 - #CUCI MOTOR

Sidzia Madvox2024/02/24 08:19
Follow

Mama saya menyuruh saya untuk mencuci motor di tempat pemandian motor. Awalnya saya ogah karena pasti mengantri dan itu membosankan. Namun namanya orang tua yang nyuruh saya pun tak boleh menolaknya. “Ini uangnya,” kata mama saya.

“Wow.. lima puluh ribu.”

 

Saya  pun  bergegas  menuju  tempat  pemandian  motor.  Di tengah perjalanan saya mendapat inspirasi luar biasa. Saya pun mengurungkan niat untuk mencuci motor di tempat pemandian motor tapi memilih untuk memandikannya di rumah sepupu saya yang bernama Deva. Saya membelikan shampo dan pengkilat motor yang menghabiskan anggaran sebesar lima ribu rupiah. Dan sisanya untuk beli  kopi dan  rokok  (lumayan), sungguh  proyek  yang luar biasa. Setibanya saya di rumah sepupu saya yang masih duduk di bangku kelas lima SD, saya memberinya duit sebagai tanda kerjasama. Ketika urusan cuci mencuci sudah selesai, saya lalu membawa motor ini pulang. Sesampainya di rumah, mama saya langsung mengadakan investigasi  mendadak.  Diperiksa  secara  detail  keseluruhan  body motor. Awalnya mama saya ragu dan tak yakin saya memandikannya di tempat pemandian motor langganannya namun perlahan-lahan mulai memahami setelah saya beri pengertian.

Keesokan harinya sepupu saya ini main ke rumah saya yang kebetulan mamanya bekerja di rumah saya menjahit baju. Saya pun ngobrol-ngobrol dengan sepupu saya seputar sepakbola. Maklum dia merupakan penggemar klub Real Madrid. Saya yang hobi mengejeknya  karena  klub  kesayangannya  itu  baru  saja  kalah semalam di ajang liga champions membuatnya marah dan membongkar rahasia yang telah kami sepakati bersama. Ia lantang bercerita ke mama saya kalau saya mandiin motor di rumahnya yang mengakibatkan rumahnya jadi banjir. Mendengar nyanyian Deva, mama saya lalu menceramahi saya dengan gaya khasnya.

Saya pun kabur dan sambil berkata, “awas aja, Deva! Berani beraninya bongkar rahasia! Padahal sudah saya kasi duit.”