Buku YA AMPUN

Chapter 1 - #PERGI KE PASAR

Sidzia Madvox2024/02/24 08:19
Follow

Mimpi  indah  saya  seketika  buyar  saat  Screaming  dan Growling de room my Mom menghentak telinga saya yang mengakibatkan saya beranjak dari tempat tidur. Dengan mata yang tak  ingin  melek  dan  tubuh  yang  masih  terasa  letih  serta  kepala pusing seven keliling akhirnya takluk juga oleh jeweran yang memerahkan kuping saya.

Me: “ada apa, Ma?“

 

Mom: “Cepetan pergi ke pasar beli sayur bayam sama bawang



 

putih!”




 

 

Saya kembali bertanya sama mama saya untuk memastikan

apakah yang saya dengar barusan itu adalah mimpi atau tidak.

 “ke pasar, ma?” “iya, sana pergi!“

Mama saya lalu memberi uang lima puluh ribu rupiah.Saya lalu pergi ke pasar sambil menggerutu sepanjang jalan. Padahal ini  kan  hari  Minggu, biasanya bibi  dagang sayur datang menyatroni rumah rumah warga. Di satu sisi mama saya tak menghargai  saya  dengan  tattoo  dan  piercink,  masak  disuruh  ke pasar. Tapi namanya orang tua yang menyuruh sudah sepantasnya menuruti  perintahnya.  hari  Minggu  sebenarnya  waktunya  untuk

bermalas-malasan tidur sampai siang karena semalam habis party bersama teman-teman. Anyway, walau awalnya saya ogah dan ragu untuk masuk pasar dan ternyata kali ini saya membuktikan sendiri kalau bangun pagi memang banyak rejeki! Begitu banyak hikmah dan kenikmatan yang saya dapatkan. Wanita-wanita segala macam penjuru berseliweran di pasar dengan beragam karakter berkumpul jadi satu. Motivasinya pun sudah terpancar dari raut wajah mereka. Ada pedagang yang hampir berantem dengan pembeli karena tak terima dengan harga yang ditawarkan oleh pedagang. Adu mulut bahkan fisik mewarnai pagi itu.

Saya pun menelusuri pasar hingga sudut sudut tersempit membuat saya tidak konsen untuk berbelanja. Ini dikarenakan pandangan saya tersita oleh penampilan sexy wanita yang belum diketahui identitasnya, namun wangi parfumnya mendistorsi pikiran saya. Momen desak desakan himpit himpitan pun tak terhindarkan karena memang harus di nikmati. Saya yang awalnya risih justru merasakan ada kehangatan yang mengalahkan tebalnya selimut di kamar saya. Saya pun tak menyia-nyiakan pengalaman ini. Lama kelamaan saling gesek menggesek semakin terasa karena membludaknya   pengunjung   pasar.   Sentuhan   yang   tak   bisa dihindarkan namun harus dinikmati karena keadaan yang di mana keramaian  sudah  jelas  tersaji.  Saya  yang awalnya  ingin  membeli bawang justru mendapat kue apem dan buah pepaya. You know lah hahaha.

Dalam hati saya berkata, kok enak ya

 

Ternyata di pasar banyak menyimpan kenikmatan tak terduga, asal kita menyadarinya. Sungguh hikmah dan pengalaman yang tak terlupakan di pagi hari yang cerah dan bergairah.