Chapter 1 - #PERGI KE PASAR
Mimpi indah saya seketika buyar saat Screaming dan Growling de room my Mom menghentak telinga saya yang mengakibatkan saya beranjak dari tempat tidur. Dengan mata yang tak ingin melek dan tubuh yang masih terasa letih serta kepala pusing seven keliling akhirnya takluk juga oleh jeweran yang memerahkan kuping saya.
Me: “ada apa, Ma?“
Mom: “Cepetan pergi ke pasar beli sayur bayam sama bawang
putih!”
Saya kembali bertanya sama mama saya untuk memastikan
apakah yang saya dengar barusan itu adalah mimpi atau tidak.
“ke pasar, ma?” “iya, sana pergi!“
Mama saya lalu memberi uang lima puluh ribu rupiah.Saya lalu pergi ke pasar sambil menggerutu sepanjang jalan. Padahal ini kan hari Minggu, biasanya bibi dagang sayur datang menyatroni rumah rumah warga. Di satu sisi mama saya tak menghargai saya dengan tattoo dan piercink, masak disuruh ke pasar. Tapi namanya orang tua yang menyuruh sudah sepantasnya menuruti perintahnya. hari Minggu sebenarnya waktunya untuk
bermalas-malasan tidur sampai siang karena semalam habis party bersama teman-teman. Anyway, walau awalnya saya ogah dan ragu untuk masuk pasar dan ternyata kali ini saya membuktikan sendiri kalau bangun pagi memang banyak rejeki! Begitu banyak hikmah dan kenikmatan yang saya dapatkan. Wanita-wanita segala macam penjuru berseliweran di pasar dengan beragam karakter berkumpul jadi satu. Motivasinya pun sudah terpancar dari raut wajah mereka. Ada pedagang yang hampir berantem dengan pembeli karena tak terima dengan harga yang ditawarkan oleh pedagang. Adu mulut bahkan fisik mewarnai pagi itu.
Saya pun menelusuri pasar hingga sudut sudut tersempit membuat saya tidak konsen untuk berbelanja. Ini dikarenakan pandangan saya tersita oleh penampilan sexy wanita yang belum diketahui identitasnya, namun wangi parfumnya mendistorsi pikiran saya. Momen desak desakan himpit himpitan pun tak terhindarkan karena memang harus di nikmati. Saya yang awalnya risih justru merasakan ada kehangatan yang mengalahkan tebalnya selimut di kamar saya. Saya pun tak menyia-nyiakan pengalaman ini. Lama kelamaan saling gesek menggesek semakin terasa karena membludaknya pengunjung pasar. Sentuhan yang tak bisa dihindarkan namun harus dinikmati karena keadaan yang di mana keramaian sudah jelas tersaji. Saya yang awalnya ingin membeli bawang justru mendapat kue apem dan buah pepaya. You know lah hahaha.
Dalam hati saya berkata, kok enak ya
Ternyata di pasar banyak menyimpan kenikmatan tak terduga, asal kita menyadarinya. Sungguh hikmah dan pengalaman yang tak terlupakan di pagi hari yang cerah dan bergairah.