TIKTOK, JADI KIBLAT TREND KALANGAN GENERASI Z


nimas mutiara2024/03/17 06:42
Follow
TIKTOK, JADI KIBLAT TREND KALANGAN GENERASI Z

Gambar: https://id.pinterest.com/johnwesti/

Siapa yang tidak mengenal aplikasi Tiktok? di kalangan anak-anak hingga dewasa Tiktok menjadi salah satu platform favorit mereka. Tiktok merupakan platform content video yang dikemas dengan durasi singkat sehingga dapat memberikan kesan informasi yang cepat tersampaikan. Tiktok semakin populer dengan fitur-fitur yang terus dikembangkan, bahkan kita bisa mendapatkan uang dari tiktok! WOW!

Lalu bagaimana tiktok dapat menjadi “kiblat” trend generasi Z? Tiktok memberikan suguhan konten yang dikemas singkat sehingga penonton dapat langsung mendapatkan isi

video. Tiktok dilengkapi video dengan suara yang modern dan terkesan “keren” jika didengarkan. Generasi Z cenderung menyukai hal-hal yang ringan namun cukup untuk memenuhi asupan sosial media mereka.


Content Creator dengan Pengemasan Kreatif

Content creator Tiktok masa kini seolah bertanding untuk mendapatkan followers dan viewers yang dapat mandongkrak popularitas mereka. Para kreator menampilkan video dengan tema yang berbeda-beda. Ada kreator Pendidikan, kreator fashion dan make-up, kreator

content memasak, kreator berita, dan lain-lain. Mereka memiliki ciri khas sendiri dalam menyampaikan pesan dalam video. Konten kreator dituntut untuk tidak kehilangan ide supaya tidak tertinggal trend. Bahkan, banyak yang menjadikan Tiktok sebagai ladang cuan bagi para konten kreator.


FYP dianggap sebagai keberhasilan trend

Apa arti postingan jika tidak ada yang menyaksikan? Kira-kira seperti itu pemikiran para konten kreator. FYP atau For Your Page berarti sebuah konten tersebut masuk ke dalam

beranda akun lain secara spontan. Hal tersebut tentunya akan menambah jumlah interaksi akun satu sama lain. Konten yang FYP bisa mencapai ribuan bahkan jutaan penonton. Interaksi akun dapat dilihat di fitur komentar yang disediakan oleh Tiktok. Pada konten fashion seringkali ditemukan komentar “spill baju doang” “spill sandal kak” “tasnya beli di mana?” jika sudah seperti itu sebuah konten dianggap telah mencapai target. Itulah yang dimaksud tiktok

menjadi trend karena user Tiktok mencari inspirasi dan rekomendasi sebuah produk dari video di Tiktok.


Tidak hanya fashion, gaya hidup pun dapat menjadi trend! Content di Tiktok tidak hanya menampilkan rekomedasi sebuah barang atau yang bertujuan menarik pembeli, namun terdapat creator tiktok yang membuat konten keseharian

mereka yang biasa kita sebut sebagai vlog. Vlogger menampilkan keseharian mereka dengan ciri khas masing-masing seperti “Welcome to Our Vlog” “A Day in My Life” jargon tersebut dibuat semenarik mungkin sehingga dapat memeberikan kesan mengenal vlogger tersebut jika

mendengarnya. Konten vlog cukup beragam, seperti vlog mukbang, yang menampilkan kreator sedang memakan makanan dengan porsi besar. Bahkan content vlog belanja bulanan pun menjadi trend populer. Vlog membeli dan mereview barang ratusan juta kinipun mudah ditemui

dan seolah menjadi hal yang biasa. Vlog-vlog tersebut tentunya banyak menginspirasi konten kreator lain untuk membuat vlog keseharian mereka. Bagi vlogger mengumbar kehidupan mereka tidak menjadi privasi karena termasuk sember penghasilan bagi para vlogger tersebut.


Tiktok berpotensi menjadi “penjerumus” trend negatif

Berbagai informasi dapat diperoleh dari tiktok, hanya perlu mencari di kotak pencarian kita dapat mengetahui berbagai hal. Namun, seperti pada platform sosial media lainnya, Tiktok dapat menjadi platform negatif untuk menjerumuskan penggunanya. Terdapat trend tentang

prank yang berakibat fatal. Bagi sebagian orang terdengar lucu melihat konten prank, namun tidak semua konten ini memberikan hiburan yang menarik, konten negatif seperti ini ditakutkan akan mempersuasi pengguna di bawah umur untuk melakukan trend yang sama dan membahayakan.


Tugas Gen Z untuk pandai mengolah trend

Bermain media sosial dan mengikuti arusnya bukanlah hal yang buruk. Namun, dalam menghadapi hal tersebut diperlukan filtrasi trend yang sesuai dengan norma. Generasi Z tentunya memiliki kemampuan yang lebih baik dalam bermedia sosial daripada anak-anak dan orang tua. Hal tersebut lantas harus menjadi acuan untuk menyebarkan trend yang positif, bukan hanya untuk mencari popularitas. Bijak memanfaatkan trend dapat meningkatkan

branding diri, bahkan dapat menghasilkan keuntungan. Generasi Z lantas tidak menjadikan “kiblat” Tiktok untuk standar menjalani kehidupan sehari-hari. Terinspirasi lebih baik daripada hanya sekedar kata mengikuti. Kehidupan di belakang layar adalah kehidupan yang sebenarnya.

Share - TIKTOK, JADI KIBLAT TREND KALANGAN GENERASI Z

Follow nimas mutiara to stay updated on their latest posts!

Follow

0 comments

Be the first to comment!

This post is waiting for your feedback.
Share your thoughts and join the conversation.