Chapter 38 - #DIKEJAR PENONTON
Sekitar tahun 2006, saya bersama band saya “On–Off“ band manggung di D3 Universitas Mataram. Waktu itu saya berpenampilan layaknya seorang wanita dengan rambut palsu. Penonton pun histeris termasuk panitia terutama yang berkelamin pria. Semua mendekat begitu saya naik ke atas panggung. Teman-teman band saya seandainya mereka menenggak alkohol mungkin saya sudah diperkosa.
Penampilan saya yang begitu sexy dan aduhai menjadi daya tarik tersendiri malam itu. Setelah beberapa lagu berkumandang, akhirnya mereka kaget begitu tau kalau saya seorang pria setelah saya membuka rambut palsu saya. Sontak saya pun hampir menjadi bulan-bulanan pria-pria yang sepertinya sangat haus akan sosok wanita. Pemuda-pemuda kadaluarsa gagal bercinta berkumpul di suatu acara. Alhasil sampai sampai mereka tak mengenali saya sebagai seorang pria.
Begitu band saya selesai perfom mereka lalu memaki-maki
saya dan berusaha mengejar saya karena merasa tertipu. Dan di situ saya bingung dengan dunia ini. Yang sange siapa yang dimaki siapa. Ah. Asuuuudahlah.
Pengalaman yang sulit untuk dilupakan. Diludahi, dihujat, dimaki, dan mendapatkan perlakuan yang tak mengenakkan itu justru ada sisi keren tersendiri.
Yupz, rock n roll!