SINDROM FOMO DI KALANGAN ANAK BANGSA DAN PENGARUHNYA TERHADAP KUALITAS SDM DI INDONESIA


ゲスト2026/01/01 15:18
フォロー
SINDROM FOMO DI KALANGAN ANAK BANGSA DAN PENGARUHNYA TERHADAP KUALITAS SDM DI INDONESIA

Oleh: Laras Arti Pramadani (Mahasiswi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Prodi PGSD)


Maraknya sydrom  fenomena Fear of Missing Out (FOMO) yang semakin banyak dialami oleh anak bangsa Indonesia seiring dengan pesatnya perkembangan media sosial. Pada awalnya, FOMO hanya digunakan sebagai istilah candaan  populer di kalangan anak muda, namun kini telah berkembang menjadi persoalan sosial yang nyata. FOMO dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti terganggunya kesehatan mental, menurunnya fokus dalam belajar dan bekerja, serta berkurangnya tingkat produktivitas generasi muda. Melalui pembahasan konseptual dan analitis, artikel ini menjelaskan bagaimana FOMO dapat memengaruhi kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia serta memberikan beberapa upaya pencegahan atau cara menghentikan kebiasaan FOMO yang dapat dilakukan melalui peran pendidikan, keluarga, dan kebijakan publik.


Perkembangan teknologi digital di era modern membuat internet dan media sosial menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Hampir semua kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, aktif menggunakan berbagai media digital untuk berkomunikasi, mencari informasi, dan hiburan. Di satu sisi, kemudahan akses ini membawa banyak manfaat, seperti memperluas wawasan dan mempercepat akses informasi. Namun di sisi lain, penggunaan teknologi yang tidak terkontrol juga dapat menimbulkan berbagai permasalahan baru. Salah satu masalah yang semakin sering muncul adalah sindrom Fear of Missing Out (FOMO), yaitu perasaan takut tertinggal dari informasi, tren, atau aktivitas yang sedang ramai dibicarakan. Fenomena ini banyak dialami oleh generasi muda yang merasa harus selalu terhubung dengan media sosial, mengikuti tren terbaru, dan melakukan aktivitas mereka secara online. Jika dibiarkan berlangsung dalam jangka panjang, FOMO dapat berdampak pada kesehatan mental, menurunkan konsentrasi, serta mengganggu produktivitas belajar dan bekerja. Kondisi tersebut tentu sangat berpengaruh terhadap kualitas SDM Indonesia secara keseluruhan.


Hasil pembahasan yang dilihat dari cara masyarakat aktif di media sosial dan dibandingkan dengan cara mereka aktif di real life sangat berbeda, menunjukkan bahwa tingginya intensitas penggunaan media sosial di Indonesia menciptakan tekanan sosial yang kuat untuk selalu aktif dan selalu berhubungan secara digital. Kondisi ini membuat banyak individu merasa cemas jika tidak mengikuti perkembangan terbaru. Akibatnya, FOMO muncul dan berdampak pada menurunnya fokus serta prestasi akademik, khususnya di kalangan pelajar dan mahasiswa. Notifikasi yang terus berbunyi dan kebiasaan membuka media sosial secara berulang dapat mengganggu konsentrasi dan membuat proses belajar menjadi kurang efektif.


Selain berdampak pada dunia pendidikan, FOMO juga berpengaruh besar terhadap kesehatan mental dan kinerja tenaga kerja. Perasaan cemas, stres, kurang puas terhadap kehidupan, serta gangguan tidur sering dialami oleh individu yang mengalami FOMO. Kondisi ini menyebabkan seseorang sulit bekerja secara optimal dan berpengaruh pada produktivitas, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi di lingkungan kerja. Jika dibiarkan FOMO akan menjadi sebuah masalah besar, hal ini dapat menurunkan daya saing tenaga kerja Indonesia. FOMO juga dapat melemahkan pengembangan keterampilan non-akademik atau soft skill yang sangat dibutuhkan di dunia kerja. Keterampilan seperti manajemen waktu, konsentrasi, kerja sama tim, dan ketahanan emosional menjadi terganggu akibat kebiasaan terus-menerus mengecek media sosial. Padahal, kualitas SDM tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik dan teknis, tetapi juga oleh kemampuan mengelola diri dan berinteraksi dengan orang lain. FOMO bukan sekadar perasaan cemas biasa, melainkan memiliki pengaruh yang kuat dengan dampak negatif sebagi berikut:

1. Penurunan Kesejahteraan Psikologis (Low Psychological Well-Being)

Orang dengan tingkat FOMO tinggi dilaporkan memiliki tingkat kepuasan hidup (life satisfaction) yang rendah dan suasana hati (mood) yang lebih negatif. Mereka merasa kebutuhan psikologis harus seperti terhubung dengan orang lain (relatedness) akibatnya terkadang tidak terpenuhi dengan baik karena tidak bisa mengikuti.

2. Gangguan Perilaku dan Keselamatan (Behavioral Consequences)

FOMO  dapat mendorong perilaku berisiko dan tidak disiplin, seperti:

a. Mengemudi sambil menggunakan HP:

Orang dengan FOMO tinggi sering mengecek pesan atau media sosial saat menyetir (distracted driving), yang dapat membahayakan nyawa.

b. Gangguan saat belajar/kuliah:

Mereka cenderung mengecek gadget saat sedang mengikuti kelas atau kuliah, yang menurunkan fokus dan kinerja akademis.

3.Siklus Ketergantungan Media Sosial

FOMO dapat menciptakan rasa cemas atau merasa tertinggal yang membuat seseorang semakin sering membuka media sosial. Namun, semakin sering mereka membukanya, semakin buruk perasaan mereka karena terus membandingkan diri, yang justru meningkatkan kecemasan itu sendiri. Oleh karena itu, diperlukan langkah nyata seperti peningkatan literasi digital, penerapan waktu fokus di sekolah dan tempat kerja, penyediaan program kesehatan mental, peran aktif keluarga, serta kebijakan pemerintah yang berbasis riset.


FOMO merupakan tantangan baru yang muncul sebagai dampak dari perkembangan teknologi dan media sosial yang sangat pesat. Fenomena ini tidak dapat dianggap sepele karena berpotensi menurunkan kualitas SDM Indonesia melalui gangguan pada kesehatan mental, fokus, dan produktivitas. Teknologi seharusnya tidak dijauhi, melainkan digunakan secara bijak dan seimbang. Melalui pendidikan literasi digital, dukungan keluarga, serta kebijakan publik yang memperhatikan kesehatan mental, Indonesia dapat membangun generasi yang tidak hanya mahir menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki fokus, kesejahteraan mental, dan kemampuan bersaing di tingkat global.

 

 

 

 



シェア - SINDROM FOMO DI KALANGAN ANAK BANGSA DAN PENGARUHNYA TERHADAP KUALITAS SDM DI INDONESIA

ゲストさんをフォローして最新の投稿をチェックしよう!

フォロー

0 件のコメント

この投稿にコメントしよう!

この投稿にはまだコメントがありません。
ぜひあなたの声を聞かせてください。